News

AICIS 20 Surakarta, hadirkan Panel Khusus Pandemi Covid-19 dalam perspektif teologi dan kesehatan

[et_pb_section fb_built=”1″ _builder_version=”3.22″][et_pb_row _builder_version=”3.25″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat”][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”3.25″ custom_padding=”|||” custom_padding__hover=”|||”][et_pb_text _builder_version=”3.27.4″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat”]

Perhelatan AICIS yang akan dilaksanakan di Solo akan menghadirkan satu Plenari khusus mengenai Theology and Pandemic. Tema ini merupakan satu tema seksi yang banyak dibicarakan warga dunia saat ini. Sejauh ini respon masyarakat muslim mengenai pandemi masih menyisakan persoalan-persoalan yang belum terurai benang kusutnya. Pada titik ini kemudian plenary session khusus berbicara teologi dan pandemi dihadirkan. Pembicara yang rencananya akan dihadirkan dalam sesi ini adalah Halis Aydemir* (Turki), Dicky Sofyan (Indonesia) dan Johan Giri* (Iran). Ketiga tokoh ini akan melihat bagaimana teologi merespon bencana. Respon tersebut dimulai dari bagaimana literatur klasik Islam berbicara mengenai pandemi, Fikih pandemi, hingga bagaimana teologi memengaruhi masyarakat dalam merespons pandemi pada saat ini.

Selain dalam sesi plenary, sesi pararel juga tidak kalah seru dalam menghadirkan berbagai isu yang berangkat dari tema Covid-19. Setidaknya terdapat 18 panel session yang akan membicarakan Covid-19 dengan berbagai isu seperti Fikih pandemi, fatwa, public policy, posisi perempuan, teknologi pembelajaran, pengobatan tradisional untuk pandemi dalam naskah klasik, komunitas Islam dan peran mitigasi, hingga resistensi atas pandemi.

Seperti yang ditunjukkan oleh Saifuddin Zuhri Qudsy, Tim SC AICIS, “tema agama dan pandemi menjadi daya Tarik tersendiri bagi para panelis AICIS sehingga sekitar 18% dari 110 panel AICIS akan membicarakan Covid-19 dan dampaknya berbagai aspek kehidupan manusia, khususnya umat Islam.” “AICIS ini perlu melahirkan kebijakan atau polisei yang konkrit terhadap langkah-langkah taktis dalam mengantisipasi pandemi yang angka positifnya belum menunjukkan penurunan.” Lanjutnya.

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

Leave Your Comment