News

Asna Husein, Profesor Filsafat Pendidikan ini Persiapkan Dialog Gender Antar Agama di AICIS ke-20

Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) ke-20 bakal digelar di Solo dengan Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta sebagai tuan rumahnya, pada 25-29 Oktober 2021. Khusus tema “Gender Sexuality Interfaith Dialogue” pada tanggal 27 Oktober 2021 mendatang akan menghadirkan Asna Husein, Professor Philosophy of Education at UIN Ar-Raniry, Aceh.

Profesor Asna Husein lahir di Keuraumbok, Kembang Tanjung, Pidie, Aceh. Asna alumni S-1 Jurusan Bahasa Arab UIN Ar-Raniry. Ia memperoleh gelar Master of Art (MA) dari Harvard University (1992), dan PhD dari Columbia University (1998), Amerika Serikat. Selain sebagai dosen UIN Ar-Raniry, ia menjadi Research Scholar di the McLean Center for the Studi of Culture and Values, Catholic University of Amirica, Washington DC, Amerika Serikat.

Beliau sudah lama berkecimpung dalam kajian Filsafat Pendidikan Islam di Indonesia. Kini ia sedang menyelesaikan riset tentang “Indonesian Muslims in America dan Desakralisasi Ilmu Pengetahuan dan Pengaruhnya bagi Peradaban Islam. Ia juga mendirikan Program Pendidikan Damai bekerjasama dengan MPU, Dinas Pendidikan, Kanwil Departemen Agama dan Nonviolence International Washington DC.

Bagi Profesor Asna Husein, sebagai basis acuan kajian keilmuan pendidikan dan gender di Indonesia, sudah saatnya intelektual muslim menerjang tembok baku sistem pendidikan dan gender yang hierarkis. Pengkaji harus menawarkan wacana tentang “kesetaraan” dan apa arti penting menjadi seorang muslim dalam konteks keindonesiaan, baik dalam konteks kolonialisme dan postkolonialisme di Indonesia.

Dalam kajian Filsafat Pendidikan sendiri, menurut Asna, bukan hanya dilihat dari perspektif filsafat Barat, tetapi dari dimensi filsafat Islam dan tasawuf. Maka itu, Asna memperkenalkan Islamic high culture (budaya tinggi Islam) dan esensi ilmu dalam Islam. Ia menekankan Al-Qur’an sebagai kunci kajian dan basis cabang keilmuan untuk menguatkan peradaban Islam. Dalam hal ini, Asna telah berhasil melatih lebih dari 75.000 siswa dan guru SMA Aceh dalam pendidikan perdamaian dan manajemen konflik dan bekerjasama dengan pemimpin Ulama Aceh dan menghasilkan dua edisi Buku Pedoman Perdamaian Pendidikan.

Profesor Asna Husein berpartisipasi aktif dalam koferensi akademik di seluruh dunia serta telah menerbitkan banyak artikel dan bab buku tentang studi perdamaian, kesetaraan gender, lembaga pendidikan dan Ulama, dan sumber daya peradaban. Di antaranya: “Agents of Peace: An Exploration of Three Acehnese Women Leaders,” in Women and Peace in the Islamic World: Gender, Agency and Influence, edited by Yasmin Saikia and Chad Haines, London: I.B. Tauris, 2015, dan “Leadership and Authority: Women Leading Dayah in Aceh,” in Gender and Power in Islam: Leaders, Feminist, Sufis and Pesantren Selves, edited by Bianca J. Smith and Mark Woodward, 2013.

Penulis: Agus Wedi. Mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta.

Editor: Arkin Haris

Publikasi : Wibowo Isa

Leave Your Comment