News

PARALLEL “ISLAM DAN MITIGASI BENCANA” HADIR DALAM PERHELATAN AICIS 2021

Pandemi virus Covid-19 yang pertama kali muncul di Indonesia sejak tahun lalu menjadi salah satu bencana yang tidak dapat diprediksi oleh masyarakat luas.  Timbulnya banyak korban jiwa di berbagai daerah Indonesia dari sabang sampai merauke akibat penyebaran virus yang begitu masif  pun menunjukan bahwa pada awalnya negara dengan segala kebijakan yang diterapkan bersama masyarakatnya belum siap untuk menghadapi virus ini. selain itu, pelaksanaan ritual keagamaan dalam Islam yang cenderung dilakukan di ruang publik dengan massa yang banyak turut terkena dampak dan mengalami perubahan-perubahan dalam pelaksanaanya.

Munculnya beragam persoalan tersebut menjadikan kajian tentang Islam dan mitigasi bencana dengan tema Islam Dan Mitigasi Bencana (Studi Terhadap Fatwa Pengamalan Keagamaan Di Ruang Pandemi Covid19) sebagai suatu topik menarik yang penting untuk dibahas secara mendalam pada perhelatan Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) ke-20 pada 25-29 Oktober 2021 mendatang oleh lima panelis pada forum panel discussion. Mereka adalah  Muhammad Alifuddin (IAIN Kediri), Dr. Misno (IAI Sahid), Dr. Alhamuddin (Univ. Islam Bandung), Mohamad Toriqul Chaer (STIT Islamiyah karya pembangunan ngawi), dan Andri Rosadi (UIN Imam Bonjol).

Diantaranya, melalui penelitian yang bersifat kepustakaan, Alifuddin bersama Rosadi mencoba menelaah secara mendalam fundamnetal ideas Muhammadiyah dalam melakukan mitigasi bencana pandemi covid 19 melalui fatwa agama. Bagaimana nantinya berbagai perubahan pola ritual kegaamaan dalam penelitiannya ini tidak dianggap sebagai sesuatu penyimpanagn agama. disisi lain, Alhamuddin dalam penelitiannya pun berusaha menjelaskan dan membandingkan antara fatwa agama Muhammadiyah dengan MUI terkait pola ritual keagamaan dengan berpijak pada pendekatan hermeneutika dalam mengkaji beberapa sumber dari kajian pustaka. Terakhir yang tak kalah menarik, Toriqul chair berusaha mengeksplorasi konsep relisiliensi yang diyakini oleh masyarakat tegal dalam menghadapi pandemi covid 19 dengan melalui pendekatan fenomenologi.

Dengan berbagai macam metode dan pendekatan, para panelis berusaha mengkaji berbagai program migitasi yang dapat dilakukan dalam menghadapi penyebaran virus Covid-19 di Indoneisa terhadap pengamalan ritual keagamaan. Untuk selengkapnya, mari kita nantikan bersama-sama pemaparan kelima panelis tersbut dalam rangkain forum diskusi di perhelatan AICIS ke-20 mendatang.

(Naufal Aulia Hanif – Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)

Leave Your Comment