News

Poliglot Pengkaji Syiah Asal Iran, Dr. Yahya Jahangiri Diagendakan Hadiri AICIS 2021

“Ketertarikan Jahangiri terhadap kajian gaya hidup keislaman dapat memberikan pemahaman dan penciptaan solusi bagaimana agama bertindak dalam kondisi yang sangat memerlukan penyesuaian serta inovasi.”

Vice Rector at University of Islamic Denominations Iran sekaligus peneliti kajian keislaman terutama Syiah, Dr. Yahya Jahangiri diagendakan berpartisipasi sebagai pembicara utama dalam The 20th Annual International Conference On Islamic Studies (AICIS) di Surakarta pada Oktober 2021.

Penerima penghargaan resmi dari Iranian Center for Mosque Affairs atas pencapaian sebagai penulis buku terbaik tahun 2008 ini, dijadwalkan menjadi pembicara dalam konferensi virtual bertemakan “The Theology of Pandemic” pada 28 Oktober 2021. Ketertarikan Jahangiri dalam kajian teologi (inter-relegious study) telah menghasilkan karya berharga dalam khazanah pengkajian konsep teologi Islam dan kemajuan.

Buku Jahangiri berjudul Virtual Mosque, Approaches and Solutions membuka lebar ruang diskusi terkait penyesuaian aktivitas peribadatan dengan modernitas dan kondisi zaman. Profesor di Shahid Beheshti University of Medical Sciences ini juga fokus pada penelitian terkait korelasi Islamic lifestyle dengan kesehatan, ketertarikan pada future studies, philosophy of religion, and philosophy of ethic.

Jahangiri adalah seorang poliglot, memiliki kemampuan mumpuni berkomunikasi lisan-tulisan dalam lima bahasa yakni Persian, English, Azeri, Arabic dan Turkish. Kemampuan ini diintegrasikan Jahangiri dalam proses akselerasi ilmu pengetahuan melalui penerjemahan buku Philosophy of Ethic ke bahasa Persia. Kemampuan ini juga memudahkan Jahangiri dalam penyaluran pemikiran, pengajaran, dan menghadiri konferensi di berbagai negara. Tercatat 30 negara pernah dikunjunginya.

Perhelatan AICIS ke-20 selayaknya menghadirkan diskusi substansial sekaligus strategis perihal kehidupan beragama di masa wabah. Sebagai seorang pakar teologi, ketertarikan Jahangiri terhadap kajian gaya hidup keislaman dapat memberikan pemahaman dan penciptaan solusi bagaimana agama bertindak dalam kondisi yang sangat memerlukan penyesuaian serta inovasi. Pelaksanaan AICIS ke-20 di Surakarta ini akan  menjadi momentum penting kehadiran pemikir Islam yang membawa pada ikhtiar perumusan pemecahan masalah terkait keberagaman di masa pandemi.

Penulis: *Panji Putra Ariyanto – Mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta

Editor: Indarka P.P.

Publikasi : Wibowo Isa

Leave Your Comment