News

Sekilas & Agenda AICIS Ke-20 Di Surakarta

Kota Surakarta kembali dipercaya dan ditunjuk oleh Kementerian Agama RI sebagai tuan rumah penyelenggaran even konferensi tahunan tingkat internasional tentang Studi Islam yang dikenal dengan nama AICIS (Annual International Conference on Islamic Studies) ke-20 pada tanggal 25-29 Oktober 2021.

Mengulang kesuksesan penyelenggaran acara yang sama sebelas tahun yang lalu tepatnya pada tanggal 2-5 Nopember 2009, Surakarta menjadi daya tarik tersendiri bagi pelaksanaan AICIS, terlebih tantangan pandemi Covid-19.

 Dengan mengangkat tema tentang Reaktualisasi Fiqh dan Kontekstualisasi Islam dalam Kebijakan Publik serta beragam varian tema turunannya, AICIS kali ini mengundang:

  1. 2 pembicara kunci (keynote speaker),
  2. 6 tokoh publik dalam dua OSD (On Stage Discussion/diskusi publik),
  3. 9 narasumber ahli dalam tiga plenary session, dan
  4. 74 makalah untuk kategori selected panel (panel terpilih), serta 176 makalah untuk kategori open panel (panel terbuka) dalam parallel session.
  5. Tidak kalah pentingnya juga, panitia menyediakan 2 kegiatan review film terkait Islam di Indonesia.

Dua pembicara kunci (keynote speaker) dengan tema Reactualizing Fiqh in a Changing Global Context akan disampaikan oleh:

  1. Muhammad Khalid Mas’ud (Pakistan)
  2. Mohamad Abdun Nasir (Indonesia)

Enam tokoh publik dalam dua OSD (On Stage Discussion/diskusi publik) dibagi dalam 2 sesi:

Sesi pertama dengan tema Fiqh Reactualization in Indonesia: In Search of a New Paradigm dibahas oleh:

  1. Afifudin Muhajir (PBNU)
  2. Syamsul Anwar (PP Muhammadiyah)
  3. Aceng Zakaria (Persis)

Sesi kedua dengan tema Contextualizing Islam in Indonesian Public Policy dibahas oleh:

  1. Sandiaga Uno  (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI)
  2. Suyitno (Direktur PTKI Kementerian Agama RI)
  3. Gibran Raka Buming  (Walikota Surakarta)

Sementara Plenary session diisi dengan tiga sesi:

Sesi pertama dengan tema Islamic Family Law Revisited akan dibahas oleh:

  1. Euis Nur Lailawati  (UIN Yogyakarta)
  2. Farid Shouaib (Malaysia)
  3. Ibrahim Al Anshory  (Qatar)

Sesi kedua dengan tema Gender, Sexuality, and Minority Rights akan dibahas oleh:

  1. Asna Husein  (USA)
  2. Suh Jiwon (Korea Selatan)
  3. Etin Anwar  (USA)

Sesi ketiga dengan tema The Theology of Pandemic akan diulas oleh:

  1. Halis Aydemir  (Turkey)
  2. Dicky Sofyan (Indonesia)
  3. Johan Giri (Iran)

Untuk Film Review menampilkan:

  1. Islamic Court in Indonesia “Practices of Truth” A Film by Livia Holden et.al  (University of Oxford)
  2. Street Ethnography on Indonesian Islam “Scraps of hope” A Film by Marjaana Jouhula (University of Helsinki Finlandia)

Sedangkan 74 makalah untuk kategori selected panel (panel terpilih) dan 176 makalah untuk kategori open panel (panel terbuka) dalam parallel session memuat beragam pembahasan terkait dengan Islam, mulai dari kajian naskah, masalah moderasi, lingkungan, politik, produk halal, dan lain sebagainya (Ismail Yahya, Ketua OC).

Leave Your Comment